Assalamualaikum Warahamtullahi Wabarakatuh
Perkenalkan nama saya
Febiola Anggita Larasati Sinaga dengan NIM 201931164 dari kelas Basis Data D
Di blog ini saya akan
mereview materi pada pertemuan di hari Rabu, 29 September 2021 yang membahas
tentang Desain Database.
Desain Database merupakan
proses untuk mempresentasikan fakta yang ada di dunia nyata yang di kehendaki
kedalam system computer, sehingga mudah untuk dipahami oleh penggunanya.
Tahap – tahap untuk
Perancangan Database :
- - Pengumpulan Data & Analisa
Jadi
ada proses yang dilakukan sebelum merancang database, seperti :
· Menentukan siapa yang akan menggunakan
aplikasi.
Contoh nya seperti anjungan mahasiswa yang
isinya terdapat interface yang berisi informasi-informasi data kita. Pengguna
dari anjungan mahasiswa yaitu mahasiswa itu sendiri.
· Melakukan peninjauan dokumentasi yang
berhubungan dengan system yang akan dirancang.
Disini kita harus tau kebutuhan user nya
dan data yang diperlukan. Tujuan nya agar ketika kita mengisi field sebagai
penampung data, kita sudah mengetahui apa saja data yang diperlukan dan siapa
aja usernya.
· Melakukan Analisa di organisai tersebut
bagaimana data akan diproses.
Kita harus mengetahui bagaimana system itu
berjalan.
· Membuat daftar pertanyaan yang akan
digunakan untuk merancang sebuah system dan melakukan wawancara.
- - Perancangan Basis Data Secara
Konseptual
·
Membuat konsep bagaimana database akan
dibuat
Seperti membuat gambaran kasar mengenai
alurnya, dikomunikasikan bersama tim.
·
Membuat skema alur database (flowchart)
Menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap
tabel yang dibuat apa saja agar ketika diimplementasikan ke DBMS lebih jelas
dan tertata.
- - Pemilihan DBMS
·
Faktor pemilihan DBMS
Faktor Teknik à
keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS
(Relational, network, hierarchical), struktur penyimpanan dan jalur akses yang
mendukung DBMS, pemakai.
Faktor Ekonomi à struktur
data, personal yang telah terbiasa menggunakan system seperti programmer, dan
tersedianya layananan purna jual.
DBMS ini tidak bisa berdiri sendiri jika
ingin merancang sebuah system agar dapat ditampilkan. DBMS sendiri berfungsi
sebagai media untuk menampung data. Contoh dari DBMS seperti : Microsoft
Access, MySQL, Oraqle, dsb.
- - Perancangan Database Secara Logic
· Pemetaan (Transformasi data)
Pemetaan yang dimaksud yaitu pemetaan ke
dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal
yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tsb.
· Penyesuaian Skema ke DBMS
Dilakukan dengan mengatur skema yang dihasilkan
dari tahap pemetaan tadi yang nantinya akan disesuaikan pada implementasi yang
khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS
yang dipilih.
· Perancangan database secara logical dilakukan
dengan pendeklarasian DDL (Data Definition Language)
Di DBMS ini seperti sebuah perintah yang
akan digunakan untuk membangun sebuah table secara utuh tanpa isi, seperti
membuat, memodifikasi.
- - Perancangan Database secara Fisik
Jika
di perancangan database secara logic itu menggunakan DDL maka di perancangan
database secara fisik itu lebih menggunakan DML atau Data Manipulation Language.
· Response time yaitu waktu akses basis data
untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi.
· Space Utility yaitu jumlah ruang
penyimpanan yang digunakan oleh file-file basis data dan struktur jalur akses.
· Transaction Throughput yaitu rata-rata
jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh system basis data dan
merupakan parameter kritis dari system transaksi (contohnya : digunakan pada
pemesanan tempat di pesawat, bank, dll).
- - Implementasi
Proses
implementasi yaitu tahapan pengujian terhadap kode program yang
diimplementasikan ke sebuah database dengan cara menghubungkan kode program
menggunakan perintah-perintah DML.
Model Entity Relationship
Model Entity-Relationship
memiliki dua komponen utama pembentuk yaitu entitas (entity) dan relasi
(relation). Jadi basis data itu saling berelasi dengan entitas dan entitas
lainnya.
- - Entitas, yaitu
individu yang mewakili sesuatu obyek yang nyata dan dapat dibedakan dari
sesuatu yang lain.
Contoh
untuk Atribut Entitas yaitu : Nim, Nama dan Alamat.
Contoh untuk Entitas yaitu : 201831001, Charli, Jl.Jambu, dan sampai Jl.Salak (bisa dilihat dari gambar tabel berikut).
- - Atribut,
yaitu komponen yang merujuk pada kolom dari sebuah tabel. Bisa dilihat di
gambar diatas dan contoh atribut entitas itu jika di gambar tabel ada nim, nama
dan alamat.
·
Jenis – jenis atribut :
1. Atribut
sederhana yaitu atribut atomic yang tidak dapat dipilah lagi.
Misal : jenis kelamin dan jurusan..
2. Atribut
komposit yaitu atribut yang masih dapat diuraikan lagi menjadi
sub-sub atribut yang masing-masing memiliki makna. Contohnya, pada atribut Nama
dapat diuraikan menjadi nama depan, nama tengah dan nama belakang. Contoh lainnya
itu seperti atribut alamat (nama jalan, nomor rumah, kota).
3. Atribut
bernilai tunggal yaitu atribut yang hanya memiliki maksimal
satu nilai di tiap datanya. Contoh : NIM, nama dan tanggal lahir.
4. Atribut
bernilai banyak yaitu atribut yang dapat diisi lebih dari satu
nilai. Misal : hobby dan nomor handphone.
5. Madatory
atribut yaitu atribut yang harus berisi suatu data. Contoh :
NIM, nama mahasiswa dan alamat.
6. Atribut
bernilai null yaitu atribut yang belum memiliki nilai. Maksudnya
itu null berarti kosong. Contoh : pada atribut hobi mahasiswa untuk entitas mahasiswa.
Contoh lainnya itu di e-commerce, kita ambil dari aplikasi shopee. Ketika kita
memesan barang, biasanya ada kolom untuk mengisi catatan untuk penjual, nah itu
bisa di isi dan bisa juga tidak.
7. Atribut turunan yaitu yang nilainya dapat diturunkan dari atribut lainnya. Contoh : atribut IPK dapat diperoleh dari hasil perhitungan nilai.
- - Relasi dan Himpunan
· Beberapa entitas yang berbeda dapat saling
berkaitan dan dapat dihubungkan. Dalam system basis data, hubungan ini
dinamakan relasi (Relationship).
· Relasi menunjukkan adanya hubungan antara
sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
· Contohnya adalah Kartu Rencana Studi (KRS)
- - Kardinalitas / Derajad Relasi
· Merupakan jumlah maksimum entitas yang
dapat berelasi pada entitas lainnya.
· Jika diberikan 2 himpunan entitas yaitu A
dan B, maka kardinalitas relasinya dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
è Satu
ke Satu (One to One)
Satu entitas A berhubung paling banyak
satu dengan entitas B. Begitupun sebaliknya, satu entitas pada himpunan B berhubungan
paling banyak satu dengan entitas A.
Contoh : satu dosen mengepalai satu
jurusan di suatu universitas.
è Satu
ke Banyak (One to Many)
Satu entitas A dapat berhubungan lebih
dari satu dengan entitas B, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Dimana setiap
entitas pada himpunan entitas B berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada
himpunan entitas A.
Contoh : satu dosen dapat mengajar banyak
mata kuliah.
è Banyak
ke satu (Many to One)
Satu entitas A berhubungan paling banyak
dengan satu entitas B. Tetapi tidak berlaku sebaliknya, dimana setiap entitas
pada himpunan entitas B dapat berhubungan lebih dari satu dengan entitas A.
Contoh : Banyak matakuliah bisa diambil
oleh seorang mahasiswa.
è Banyak
ke Banyak (Many to Many)
Satu entitas A dapat berhubungan lebih
dari satu dengan entitas B dan sebaliknya.
Contoh : satu mahasiswa mempelajari banyak
matakuliah dan sebaliknya satu matakuliah juga dipelajari oleh banyak
mahasiswa.
Sekian review materi mengenai Desain Database, terima
kasih.
Komentar
Posting Komentar